Tentang Sebuah Rahasia

Tentang Sebuah Rahasia


Andai ibu tahu...

Ini antara saya dan ibu.

Ibu yang selalu mengajarkan saya tentang cinta.

Gak kok, ibu jarang membicarakan tentang cinta, atau tak pernah tuntas membicarakan tentang cinta.
Saya mulai belajar sendiri apa artinya cinta, dan saya menangkap satu hal bahwa :Cinta itu bisa membuat otak jatuh melalui lobang telinga.
Tak tejangkau oleh akal
Tak terukur oleh kuantitas

Ibu selalu bilang kalo cewe baik pasti akan mendapatkan cowo yang baik.

Tapi kenyataannya, mengapa Tante saya yang cantik , baik, setia dan punya karier bagus mendapatkan suami seorang monster?? Yang setiap hari kerjanya hanya main gampar, teriak-teriak dan tukang selingkuh??


Di tengah ketidak percayaan saya tentang cinta, Ibu kembali mengatakan :
Tidak semua laki-lakiiii *hmmm dangdut banget gak sehhh??*

See? Mari kita lihat sebuah fakta : Begitu banyak cowo-cowo berkeliaran di luar sana dengan menggunakan topeng.

Mana saya tahu mereka baik atau engga?

***********************


Seandainya Ibu tahu

Andai ibu tahu saya tak sebaik, tak semanis dan tak se se lainnya yang ibu banggakan. Aku harap Ibu gak jantungan baca ini, ,,,,,


Zhienggggggggggggggggg....inilah diri saya

Kejadiannya berawal di suatu moment sebuah SMP, Seorang murid SMP kelas 2 celingak-celinguk menatap tingginya pagar sekolah yang menjulang. Yap!! Itulah saya.

Gila, pertama kalinya dalam sejarah hidupku yang seuprit ini terlambat sekolah. Ya Tuhan, apa kata dunia nanti kalo sampe tahu??? Pastilah koran-koran menempelkan foto saya dihalaman. Seorang cewe keren dan manis terlambat dateng ke sekolah!!

Ohh no..

Berbekal nekat dan bakat (yeahhhhh) saya dengan sukarela memasuki pagar itu.

“ Sedang apa kamu???”

Sesosok makhluk lumayan engga cakep tiba-tiba berdiri di depanku berkacak pinggang dengan muka yang harusnya menjalani operasi plastik (=baca: kusut bin morat-marit) dialah Pak kepsek

“ mmm..saya sedang menggunakan hak saya pak!!”

“ Hahhhh, hak apa??”

“ Hak untuk memanjat tembok sekolah saya sendiri. Kan saya juga bayar pak!”

“ Ke Podium skarang!!!” Perintahnya dengan suara menggelegar. Aku segera ngacir naik ke podium. Seumur-umur aku belum pernah naik ke podium di depan orang sebanyak ini. Dengan tatapan hina semua seolah memelototiku, hahhhhh Nyolong apalagi sekarang??

“ Anak-anak, siswa ini jangan di contoh ya! Memanjat pagar adalah perbuatan tercela.” Suara berat itu mengumumkan perbuatanku melalui mic.


Busyetttttt..ini gak adil!! Bener-bener gak adil kan?? Saya hanya memanjta tembok pagar sekolah, sedangkan tersangka penyontek jumlahnya jauh lebih banyakkkkkk!!

Bukan itu aja, sewaktu SD saya pernah melempar batu kakak kelasku yang cowo cuman buat ngasih pelajaran : Gak sopan Kalo panggil orang tua gak pake sebutan pak atau bu. Masa, nama bapak saya dipanggil nama tok!! Tanpa embel-embel Pak atau apa gitu...

Maunya sih mau ngambil batu ukuran S tapi keliru batu yang ukuran XL, namanya juga emosi, wajar kan??

Ndilalah....Bletaaaakkkkkk....

Ada cairan kental berwarna merah mengalir dari dahinya, bukan salah saya dong kalo jidatnya berdarah.

Kalo dipikir-pikir, saya berbakat juga jadi preman nih. Ada yang butuh tenaga preman?? Well gak ada salahnya di coba kan??

See, masih banyak koleksi aksi premanisme saya. Yang kalo dicritain semua cukup membuat para gebetanku mundur teratur

Kalo sudah begini, apakah saya termasuk cewe baik??

Apa suatu saat saya akan mendapatkan cowo yang baik juga??

Bagaimana Dengan Artikel ini....Silahkan Berkomentar Jika ada Pertanyaan Dan Masukan ^_^