
Sebuah pandangan yang tidak penting dari ITIK
Perhatian : Para Lelaki, dilarang marah, geram dan mencakar-cakar
Perhatian : Para Lelaki, dilarang marah, geram dan mencakar-cakar
Menjadi wanita itu ibarat makan buah simelekete
Dimakan kecepirit, gak dimakan jeprut-jeprut
Apalagi saat jatuh cinta, mau bilang duluan malu, tapi kalo gak bilang bisa jadi bisul yang setiap saat bisa pecah.
Kalo dalam sebuah buku, ditulis bahwa tantangan paling sulit buat pria adalah saat akan menyatakan cinta kepada wanita, antara ditolak dan diterima seperti sedang menunggu keputusan hakim.
Lebih sulit lagi buat wanita, saat jatuh cinta, akan menyatakan cinta…iya kalo diterima?? Kalo ditolak..mungkin do’a yang paling tepat saat itu adalah :
Wahai gajah-gajah lampung, keluarlah, lalu injek-injeklah diriku, bejek-bejeklah diriku, tenggelamkan diriku dalam pusat bumi, dan jangan munculkan aku sebelum wujudku berubah menjadi BCL (=Bunga Ciliwung Lalulalang…..tahu kan??)
Ada suatu kalimat yang mengatakan “ Women are more emotional and less rational than men” itulah makanya Paman Bob Marley, menciptakan lagu No Women No Cry. Wanita tak lepas dari tangisan, seberapapun tegarnya, dan karena wanita lebih sering menggunakan perasaan ketimbang logika, maka tak ada istilah Poliandri, yang ada poligami
Secara statistik memang jumlah wanita lebih banyak dibandingkan pria dan itu berimbas pada kolerasi kecenderungan banyaknya perselingkuhan yang dilakukan oleh kaum pria dibandingkan kaum wanita. Apakah hal tersebut yang mendorong banyaknya kasus poligami? Ataukah memang ini yang disebut naluri lelaki?
Hampir tak ada laporan tentang kasus terjadinya KDRT yang dialami oleh pria, yang ada KDRT dilakukan oleh pria terhadap wanita, kecenderungan untuk menunjukkan superioritas bahwa kaum hawa harus dibawah kekuasaan pria, membuat pria yang tak cukup memiliki harga diri dan rasa percaya diri cenderung melakukan hal itu pada wanita.
Mungkin pada saat melakukan KDRT, para lelaki lagi lupa, kalo ibu yang melahirkannya adalah juga seorang wanita, gak nyadar kalo ngamparin wanita sama aja kaya nggamparin ibunya.Menjadi wanita, begitu banyak peraturan yang musti dilakukan, kadang masuk akal, kadang engga, kaya :
Peraturan I : Anak gadis..pamali duduk di depan pintu
Alesan : Meneketehek…
Peraturan II : Anak gadis..gak boleh makan di cobek
Alesan : nanti kalo pas pesta kawinan turun hujan lebat, gak ada yang mau dateng
Peraturan III : Anak Gadis bicaranya musti halus, jalannya musti kemayu, gak boleh manjat pohon, gak boleh keluar malem, gak boleh pake baju sexy, gak boleh duduk ngangkang..
Alesan : Gak tahu alesannya kenapa, yang terakhir baru masuk akal, lah..ya jelaslah cewe duduknya jangan ngangkang………gak sopan banget yak??
Bla..bla..bla…dan segudang peraturan lainnya
Namun……
Seberapa sulitnya menjadi wanita…
Saya tidak pernah berniat operasi kelamin menjadi seorang pria dan kemudian mengganti nama saya AYU menjadi JOKO*dengan suara bass bariton*
Dan satu lagi .....saya masih tetep suka jatuh cinta kepada Pria ketimbang kepada Wanita


Bagaimana Dengan Artikel ini....Silahkan Berkomentar Jika ada Pertanyaan Dan Masukan ^_^