Minggu, 18 Juli 2010

Minggu, 18 Juli 2010

Hanya ingin mengingat saja, seperti sebuah lamunan..

Minggu, 18 Juli 2010


Waktu itu saya bangun pagi-pagi sekali, menjelang subuh tiba. Setelah sebelumnya sebelumnya semalaman saya begitu susahnya memejamkan mata meredakan debar-debar dihati saya. Hari itu istimewa buat saya, karena saya akan mencari hadiah untuk lelaki yang sangat saya sayang. Meski ulang tahunnya sudah terlewatkan beberapa hari tapi karena terhalang beberapa kesibukan maka saya baru sempat hunting di hari itu.

Saya ini tak pintar memilih hadiah, bahkan dalam beberapa kasus saya sering merasa salah memberi hadiah buat orang lain. Sesuatu yang menurut saya unik, bagus dan keren tapi dimata orang lain sering di nilai norak dan kurang bagus.
Kali ini saya tak ingin kejadian itu benar-benar menimpa saya. Di benak saya sudah tersimpan beberapa ide yang lumayan gila bagus. Diantara sekian banyak ide tersebut, hanya satu keinginan saya, bahwa saya hanya ingin membuatnya senang.

Maka, meskipun hari itu mendung sangat gelap dan langit tampak siap membocorkan airnya jatuh ke bumi, saya tetap nekat saja berangkat menuju Kuta ditemani oleh hujan rintik-rintik yang kian lama kian deras.

Setahu saya, dia suka mengenakan T-Shirt dan topi. Saya ingin memberinya kaos Joger, special khas Bali. Maunya sih saya pengin beli yang bermerk macam Rip Curl atau Billabong, biar hadiah saya bukan dibilang hadiah “ecek-ecek” saja. Tapi sayangnya saya kan masih sekolah. Belum punya penghasilan sendiri. Uang jajan juga masih orang tua yang supply. Jadi takut uang saya gak cukup.

Sesampai di Kuta yang sama sekali tak ada hujan, dengan panas sekian derajat celcius, saya benar-benar mirip tikus yang habis kecemplung got. Yang lain pada bersih-bersih, sementara saya kepanasan sehabis kehujanan. Keluar masuk toko satu ke toko lain hingga ke ujung jalan gak ada yang cocok disainnya. Gak ada yang special menurut saya. Padahal saya pengin membuatnya menjadi something special.

Saya balik lagi ke Denpasar.

Di sebuah toko souvenir, saya barulah menemukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang saya mau untuknya. Sebuah kaos unik berwarna hitam, bercorak unik khas Bali dengan desain kartun Bali bertema di Bali 24 Jam dan sebuah topi lucu. Keren. Itu menurut saya, dan yang pasti cukup untuk ukuran kantong saya.

Saya seneng. Seneng Banget.

Meski saya harus bersusah-susah mencari apa saja. Kemana saja. Hanya untuk lelaki yang benar-benar saya sayang. Hanya demi dia. Jujur, saya tidak mengharapkan apapun darinya. Saya hanya butuh kasih sayang seluas jagat ini…butuh cinta sedalam samudra, dan butuh kenyamanan senyaman saya bisa menikmati waktu bersamanya.

Dan saya sudah tidak butuh apa apa lagi, kecuali dia juga senang dengan apa yang sudah saya kasih. Saya kadang masih suka terkekang oleh egoisme yang tinggi, itu yang sering membuat saya merasa jauh darinya. Dan ini rasanya sakit sendiri.

Saya tidak tahu, apakah ia merasakan sakit yang sama saat jauh dengan saya dan merasakan nyaman saat dekat dengan saya?

Ini hanya sebuah lamunan tapi kenapa tetap bisa menitikan airmata begini dalam??

Bagaimana Dengan Artikel ini....Silahkan Berkomentar Jika ada Pertanyaan Dan Masukan ^_^