
Akhir-akhir ini di TV, di Koran tak ketinggalan di Blog lagi ngetrend dengan istilah versus-versusan. Ngga artis, ngga politisi, ngga badan penegak hukum, ngga binatang di kebon binatang
Dewi Perssik Vs Aldi Taher…
Julia Perez Vs Pemain bola bekel…
KPK vs Polisi..
Cicak VS Buaya...
Kambing Vs Sapi...
Kuntilanak Vs Gendruwo..
Saya sebagai seseorang yang sangat mengagungkan trend gak mau ketinggalan dong dengan versus-versusan ini. Walaupun kemarin saya sudah buat postingan tentang Versus yang ini, tapi ini tentang versus yang lain.
Hal ini berawal dari kejadian kemarin sore, saat saya berada di rumah teman main komputer yang ada di rumahnya. Muanteeeppphh men, secara..komputernya memang khusus untuk desain grafis. Tentu saja spesifikasinya hebat. Terutama buat sesuatu yang amat berguna : MAIN GAME.
Apalagi dengan koneksi Speda unlimited. Tambah sip aja makainya. Main game di komputer yang speknya canggih begini rasanyanya ruaarrrr biasa. Uploadnya cepet, gambarnya detail dan halus, suaranya oke, pokoknya mantep banget coy..
Tapi gak sampe satu jam main game, saya sudah mulai bosen. Bukan karena komputernya mulai error tapi emang saya engga bisa maen game. Kalah melulu.
Inilah salah satu bukti penemuan terbaru dari Prof. Dr. Ayu Laksmi PhD.I.A.R.E bahwa tak ada korelasi yang signifikan antara komputer yang canggih dengan otak yang lemot.
Saya jadi teringat dengan komputer di rumah. Sebenernya komputer saya tak kalah canggih dengan komputer ini. Bahkan saking canggihnya, sebelum di matiin suka mati sendiri. Ditambah dengan koneksi yang hobby ngadat, alhasil komputer saya yang emang aslinya gak canggih bertambah penderitaannya seperti kuda sakit yang dipaksa lari kenceng.
Pepatah : Yang tua harus mengalah pada yang muda itu tampaknya tak berlaku di rumah saya. Apalagi dalam urusan menggunakan komputer. Hukum yang berlaku adalah antrean
1. Ayah
2. Ibu
3. Saya dan adik
Untuk giliran 1 dan 2 adalah urutan yang gak bisa di ganggu gugat. Hak penguasa penuh di dalam kerajaan rumah tangga. Nah, urutan yang ke 3 inilah yang suka bias. Antara saya dan adik. Mana yang lebih dulu, adalah mana yang paling kuat. Kuat dalam hal birokrasi ke ortu, kuat dalam hal tenaga, kuat dalam hal kenceng nangisnya.
Busyet buju buneng, enak-enaknya 1 jam nge-net, adik saya dari belakang sudah teriak gantiannnnnn!!!!….kalo gak diberi giliran, hal selanjutnya yang terjadi akan lebih dahsyat : menarik rambut saya dari belakang, mengadu ke ortu atau nangis sekenceng-kencengnya.
Seharusnya saya tak berhak mengeluh dengan semuanya. Sebab bagaimanapun juga, ortu saya sudah berusaha memberikan fasilitas yang terbaik yang mereka mampu. Seharusnya saya lebih bersyukur, meski makainya komputer harus bergantian (baca: rebutan) saya tak harus bercapek ria ke warnet saat ngeprint atau mengerjakan tugas, seperti teman-teman saya yang lain.
Saya mustinya bersyukur bahwa di tengah komputer yang
Komputer yang
Komputer yang
Well, terlepas dari semua Versus-versusan ini, sebagai penutup saya ingin bilang:
Hidup pemberantasan korupsi! Untuk Indonesia yang lebih baik!
Peace out yo!


1 komentar:
wew ...
Bagaimana Dengan Artikel ini....Silahkan Berkomentar Jika ada Pertanyaan Dan Masukan ^_^