
Seperti kata pepatah, Surga itu terletak di kaki Ibu .
Dan itulah sebabnya kenapa Ibu saya setiap kali selalu mencuci bersih telapak kakinya dan menyemprotnya dengan parfum hingga harum.
Menurutnya, biar belum mandi, biar wajah jelek, biar badan gembrot yang penting telapak kakinya lebih dulu bersih dan wangi karena kasihan kepada putra-putrinya yang telah berusaha bercapek-capek ria berbuat baik demi mencari sedikit kebahagiaan mencapai surga, kok ternyata surganya kotor dan bau.
Mungkin sedikit aneh, tapi saya tahu makna dibalik sikap Ibu tersebut, bahwa beliau selalu ingin kita memperoleh yang terbaik sepanjang hidup kami.
Ibu saya memang kadang super unik, meski usianya sudah memasuki kepala empat. Tapi jam terbang kemampuan komputer dan seleranya gak kalah sama yang muda bahkan mungkin lebih.
Bukan itu saja, kalo pas lagi di bonceng berdua, ngelihat cowo keren, pasti ibu saya yang duluan heboh. Tak jarang yang jadi si “obyek penderita” menoleh ke arah kami sambil senyum-senyum sendiri, ngelihat ada emak-emak aneh ngegossipin dia.
Ibu juga punya sifat pelupa kelas wahid.
Meski bukan berarti pikun, sifat Ibu yang satu ini sering membuat seisi rumah ikut bingung membantu mencari. Mulai dari kunci lupa naruhnya dimana, kacamata ketinggalan di warung makan, nglepas cincin atau jam tangan di kamar mandi tapi lupa memakainya lagi tapi yang paling sering adalah kelupaan naruh hand phone yang tertindih di tumpukan bantal atau di laci meja.
Mencari barang-barang yang kelupaan naruh, meski di dalam rumah sendiri membuat kadang kami sebel berat, terutama barang-barang kecil yang gak jelas banget dimana juntrungan keberadaannya. Lain kalo kaya hand phone, asal gak di silent aja di miss call juga pasti ketemu di mana naruhnya.
Hari ini Ibu ber-ulang tahun, Hari ini ibu berusia genap 14 tahun (dibalik)
Seingat saya, seumur hidup saya yang hingga belasan tahun ini, saya tak pernah memberikan kado istimewa untuk Ibu di hari ulang tahunnya. Hadiah yang paling mahal yang pernah saya beli untuk ibu adalah sebuah parfum seharga 10 ribu rupiah.
Ah, andai saja saya bisa memberikan ibu hadiah istimewa, maka akan saya belikan seluruh dunia ini, saya akan bungkus dan kasih ke ibu sebagai hadiah ulang tahunnya. Tapi kayanya, tak ada bungkus kado yang bisa memuat seluruh dunia kan? Lagi pula, uang jajan saya tak cukup untuk membeli satu benua, apalagi satu dunia?
Tapi entar aja deh, mungkin saya coba nabung dulu. Mungkin saya bisa membelinya nanti pas ulang tahunnya yang ke 100.
Saya ingin sekali membantu segala kesulitan yang kerap mendera Ibu, menghapus air matanya di kala sedih dan melindunginya dari segala sesuatu yang membuatnya harus menahan sakit hati. Meski kemampuan saya terbatas, betapa inginnya saya melihat ibu selalu tersenyum bahagia.
Saya sedang berpikir, seandainya saja di ulang tahunnya ini saya bisa menciptakan sebuah chip yang bisa membantu daya ingat meletakkan barang yang bisa di transplansikan di tubuh ibu.Atau saya bisa menciptakan sebuah alat yang membuat semua barang-barang yang suka nyelip itu berdering sehingga bisa di miscall untuk mempermudah menemukannya.
Namun, untuk menciptakan alat-alat super canggih seperti itu tentu saja otak saya yang super lemot ini yang lebih dulu di transplantasi agar sedikit lebih pinter. Mungkin butuh waktu berpuluh-puluh tahun atau mungkin hingga beratus tahun. Mungkin saya baru bisa memberikannya pas ulang tahunnya yang ke 150
Tunggu ya bu.. tunggu saya dengan sabar ya bu…
Ya, saya ingin Ibu panjang umur dan selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Saya ingin ibu selalu menemani sepanjang masa, sepanjang hidup saya.
Ibu yang sok gaul, berlagak kalo nelepon dan sms pake bahasa Inggris, padahal bahasa Inggrisnya belepotan, suka berlagak suit-suitin cowo, rajin mengomel namun hobby berat mendo’akan anak-anaknya.
Saya selalu maklum dengan sikap ibu yang demikian. Ibu hanya ingin sekedar bertahan dari segala derita nestapa kehidupannya. Ibu hanya ingin menyembunyikan pedih dan perihnya dalam canda dan tawa. Meski untuk itu kami menangis sambil tertawa.
Ah, Ibu....andai saya bisa menjadi lebih dari sekedar Ayu yang sekarang ini, seisi duniapun akan saya letakkan dibawah kaki Ibu, sebagai hadiah karena telah bertahan menjadi ibu saya selama ini.


Bagaimana Dengan Artikel ini....Silahkan Berkomentar Jika ada Pertanyaan Dan Masukan ^_^