
Sebenernya saat ini banyak topic yang pengin saya posting, beberapa diantaranya bahkan sudah terkonsep dan menjadi draft, yaitu :
1. Kenapa harus anonym? Mengapa seseorang harus menyembunyikan jati dirinya dibalik identitas yang bernama anonym, baik atau buruk. Menyenangkan atau menyebalkan? Membantu atau malah menghujat? Apa alasannya?
2. Acara Reality Show : Take Me Out atau Take Him Out yang ditayangkan di Indosiar, begitu membooming, sampe-sampe nenek dan kakek saya pun gak pernah ketinggalan nonton acara itu biarpun telah diulang-ulang beberapa kali. Terpikir, gimana kalo saya menulis scenario plesetannya yang berjudul TAKE HIM GOT(=Angkat dia dari GOT). Akan membooming atau malah nyungsep ke GOT beneran?
3. Tentang sesuatu yang biasanya tidak kita anggap penting namun ternyata penting banget. Ibarat angka 0, yang kelihatannya sepele, hanya 0 saja, tetapi bila tak ada 0 angka 1000 atau sejutapun hanya menjadi angka 1.
Tapi seperti kata penulis ini,
Kalo mau ngeblog,
maka tulislah perasaan paling kuat yang lagi kamu rasakan.
Saat ini perasaan yang paling kuat yang saya rasakan adalah tentang CINTA
Ini bukan tentang saya lagi jatuh cinta atau tentang Surti pembantu sebelah yang mencintai Parto, si tukang bubur ayam yang biasa mangkal di pasar .
Engga. ..
Saya engga lagi jatuh cinta atau ingin membicarakan tentang kisah cinta mereka .
Justru saat ini saya merasa bersalah kepada Cinta, karena setiap saya ingin mencintai seseorang yang saya bayangkan adalah sosok lain yang kata hati saya selalu bilang,” Neng, itu namanya kamu bener-bener CINTA dia” …arrrgggghhh!!!!
Andai dia tahu,
Bahwa saya sering banget terbangun tengah malam.
Bukan karena saya Insomnia, kleptomania atau mama mia. Bukan pula saya punya naluri hansip yang harus bangun ngeronda tengah malem. Tapi hanya ingin melihat upate status facebooknya yang kadang hingga berhari-hari tak terupdate. Hanya sekilas cukuplah sudah saya tahu keadaannya, tanpa berani berkomentar atau menulis di wall Fesbuknya.
Andai dia tahu,
Bahwa saya jantung saya berdegup sangat kencang, melebihi kilatan cahaya.
saat tiba-tiba dia menyeruak masuk ke Fesbuk saya dengan hanya menuliskan sedikit kalimat di wall atau berkomentar seadanya tentang status saya, dan kemudian membuat saya berharap esok dan esoknya lagi terjadi hal yang sama.
Andai dia tahu,
Bahwa saya sering diam-diam melihat foto-fotonya
Tanpa berani menuliskan komentar, saya sering tersenyum-senyum sendirian melihat posenya yang lebih mirip Pithecantropus, atau ketawanya yang nyengir idiot, atau mencetin jerawat di atas motor tanpa pernah tahu kenapa saya betah memandangi foto wajahnya yang penuh minyak tanpa mandi, tanpa pernah tahu kenapa saya suka berlama-lama melihatnya padahal dia lebih mirip Nikholas Saputra kecepit truk manggis. Dan kemudian (sangat) berharap dia juga diam-diam melakukan hal sama dengan saya lakukan
Andai dia tahu,
Bahwa saya sering sangat berusaha keras untuk bermimpi bertemu dengannya sebelum tidur.
Walaupun akhirnya mimpi saya justru berakhir dengan tragis, karena dalam mimpi saya justru bertemu dengan adek saya, berantem dan berakhir dengan duel maut. Atau saya dikejar-kejar anjing gila hingga nyungsep di tengah pasar.
Andai dia tahu,
Bahwa saya sering menunggui dia online hingga tengah malam
Hingga akhirnya saya tertidur di sebelah computer dengan air liur ngences-ngences membasahi bantal hingga segede pulau Bali.
Saya yang sering diam-diam berharap setiap kali pamit off, dia akan mencegah saya dengan mengatakan : Kamu mau kemana sih? Sinih temenin saya dulu.Bahwa saya yang kadang-kadang suka kemudian diam-diam menangis, bila ditengah-tengah online koneksi saya tiba-tiba putus, dan itu hilang kesempatan langka untuk berlama-lama ngobrol bersamanya, kesempatan yang belum tentu sebulan sekali datang.
Andai dia tahu,
Bahwa saya benci hari sabtu, minggu dan hari libur lainnya.
Hari dimana saya tak dapat mendengar kabarnya, tak mengetahui dia sedang apa dan dimana. Dan saya berharap agar hari hari itu cepat berlalu berganti menjadi hari senin, selasa, rabu, kamis dan jum’at.
Andai dia tahu,
Bahwa saya tidak suka saat perasaan menjelajahi logika, berperang dan kemudian mengalahkannya.Bahwa kini harapan yang saya punya hanya sebesar cubicle ranah maya, terbingkai Facebook, Yahoo Messenger dan Yahoo Mail tanpa kemudian ada harapan lagi untuk bisa menyentuh jemarinya, membelai hidungnya atau memandang sorot matanya..
Semua bukan mau saya, semua terjadi begitu saja
Dia telah membuat saya jatuh cinta sedemikian rupa
Hingga terlalu sulit untuk menghilangkan jejas jejas yang telah menjelajah hati saya.
Sumber : www.itikbali.com


Bagaimana Dengan Artikel ini....Silahkan Berkomentar Jika ada Pertanyaan Dan Masukan ^_^